Cita Rasa Sebuah Desain


Asal mula sebuah karya terbentuk dari hasil imajinasi sang pembuatnya. Seperti pelukis memadukan ide dan gerakan tangan meracik warna sehingga tercipta sebuah karya lukisan yang penuh cita rasa yang lahir dari hati yang paling dalam. Begitu pula cinta, Jika cinta itu adalah warna kuas dan kanvas… maka dua insan berbeda inilah pelukisanya yang akan melukis disebidang kanvas putih. Haruslah jelas lukisan apa yang kan dibuat sehingga bisa saling memberi warna yang membangkitkan rasa bahagia. 

Ketika di tengah perjalanan kita bingung harus memberi warna apa, cobalah istirahat sejenak dan bertanya warna apa yang saya inginkan, apakah merah, pink,hijau atau hitam. Sebuah karya yang bagus lahir dari perpaduan warna yang harmonis, jika masing masing warna itu ingin berlomba menunjukan diri maka hasil lukisannya tidak seindah yang diinginkan. Cinta adalah keselarasan hati yang tercipta dari perbedaan dengan rasa saling melengkapi yang menciptakan harmony jiwa

Intinya, sebuah karya yang bermutu tinggi mempunyai cita rasa yang luar biasa dan akan melegenda dikurun waktu selanjutnya. Begitu juga dengan cinta yang agung, akan dikenang disetiap waktu.

Kontraktor Versus Arsitek


Rumah yang kita idamkan akan segera dibangun. Kita pun sibuk merencanakan proses pembangunan rumah, baik dari segi biaya, material bangunan, menyewa arsitek, kontraktor, mandor, dan tukang, kadangkala ada juga yang mengurus rencana KPR ke bank. Sebelum memulainya, ada baiknya kita mengetahui perbedaan arsitek dan kontraktor. Banyak orang hanya mengandalkan kontraktor saja mulai dari menggambar desain, hingga pelaksanaannya. Padahal kontraktor saja seringkali tidak cukup, karena banyak kontraktor yang masih belum memiliki semua keahlian yang dibutuhkan.

Artikel ini bukan dalam rangka mengecilkan peran kontraktor, karena peran kontraktor sesungguhnya adalah melakukan kontrak pembangunan dan merupakan peran yang sangat penting juga, dalam arti pengerjaan pembangunan akan dilaksanakan oleh kontraktor menurut perjanjian kontrak yang disepakati. Tak jarang kita bisa mendapatkan masalah bila membangun dengan kontraktor yang kurang kredibel, namun tak jarang pula kita mendapatkan kontraktor yang benar-benar berusaha menjadi kontraktor yang baik dengan selalu menepati kontrak. Artikel ini lebih kepada peran masing-masing pihak dalam proses membangun. Berikut ini perbedaan arsitek dan kontraktor

Arsitek
Arsitek adalah pihak dimana Anda mendapatkan rancangan desain untuk rumah tinggal Anda. Jangan menyamakan arsitek dengan kontraktor, karena keduanya berbeda baik dari sisi background pendidikan dan keahlian, maupun dari sisi peran yang dijalani dalam proyek. Arsitek membantu Anda membuat perencanaan gambar kerja yang akan dipakai sebagai pedoman Anda, kontraktor maupun tukang saat membangun. Gambar-gambar ini meliputi desain denah rumah, tampak (tampilan), potongan, detail, rencana atap, rencana pondasi, rencana kusen, rencana plumbing, rencana listrik, dan sebagainya.

Kontraktor biasanya bisa membuat perencanaan desain dengan hasil akhir dokumen seperti yang dilakukan oleh arsitek karena biasanya juga memiliki tim arsitek atau arsitek independen dibelakang mereka. Tapi tahukah Anda, bahwa spesialisasi arsitek dapat membantu Anda menghadirkan rumah tinggal yang paling sesuai bagi Anda dan keluarga, menurut hasil komunikasi Anda dengan arsitek. Akan lebih baik bila Anda bekerja dengan arsitek yang independen dan tidak terpengaruh oleh kontraktor, keuntungannya adalah karena arsitek independen tidak akan membuat desain yang berdasarkan keuntungan proyek. Karena apabila gambar desain diserahkan kepada kontraktor, ada kemungkinan bahwa gambar akan dibuat berdasarkan keuntungan terbanyak yang bisa diraih oleh sang kontraktor. Atau, apabila kontraktor Anda adalah seorang arsitek, mintalah atau perhatikan apakah orang atau badan tersebut memisahkan dengan jelas antara fee desain dan kontrak pembangunan.

Dalam memilih arsitek, usahakan memilih dari arsitek yang telah memiliki pengalaman dan hasil karya yang menurut Anda bagus, bukan sekedar tren saja. Membuat desain yang trendy itu bisa dilakukan semua orang yang mengaku bisa mendesain, tapi membuat desain yang tepat guna, itu merupakan hal yang dimiliki arsitek yang memiliki pengalaman dan cara pandang lebih matang dari cara mendesain. Maka Anda tidak harus heran bahwa ada orang-orang yang berani membayar mahal untuk arsitek (dengan sebuah reputasi), sementara ada orang lain yang menganggap arsitek hanya seorang tukang gambar.

Video: Arsitek vs Kontraktor


Kontraktor
Kontraktor sebagai pihak yang melaksanakan proses pembangunan, adalah pihak yang menterjemahkan desain perencanaan kedalam bangunan nyata di lapangan. Bertanggungjawab untuk memberikan proses kerja berdasarkan kontrak yang sudah dibuat yang menyangkut biaya, lingkup pekerjaan, mutu bangunan, metode pekerjaan, lama waktu pengerjaan, force majeur serta kondisi lainnya.

Kontraktor melalui kontrak kerja diikat oleh hukum serta dapat dituntut apabila tidak dapat memenuhi kewajibannya sebagaimana tercantum dalam kontrak kerja yang ditandatangani oleh pemilik bangunan dan kontraktor. Apabila Anda memutuskan memakai jasa kontraktor, sebaiknya Anda yakin bahwa kontrak yang diajukan oleh kontraktor sudah Anda baca dan pahami isinya, tanyakan kepada sang kontraktor serta dari sumber-sumber lainnya bila ada yang kurang Anda pahami.

Bekerja Mengunakan AutoCAD 360

Dunia Arsitek dan Insinyur Sipil, AutoCAD memang tidak asing lagi karena software yang satu ini merupakan peralatan yang wajib mereka punya. Di era smartphone, dengan mobilitas yang tinggi, kita tetap bisa bekerja dimana pun dengan Autodesk AuToCAD 360, saat awal-awal launching pihak Autodesk memberi nama aplikasi mobile tersebut AuToCAD WS.

Apa kelebihan AutoCAD 360?
Kelebihan pertama AutoCAD 360 adalah gratis, sehingga tidak perlu merogoh kocek yang banyak untuk mendapatkannya, cukup isi quota internet lalu buka google play dan download gratis.

Namun demikian, pihak Autodesk juga menyediakan versi pro yang tentu saja mempunyai keunggulan-keunggulan tertentu dibandingkan versi gratis.

AutoCAD 360 sangat mudah digunakan menggambar, terutama jika menggunakan tablet, cukup dengan sentuhan jari selanjutnya bebas berkreasi dalam mendesain gambar. Kemampuan aplikasi mobile dibandingkan versi desktop jelas banyak kekurangannya, apalagi jika menggunakannya melalui smartphone yang layarnya kecil.

Melalui AutoCAD 360 ini memungkinkan kita untuk melihat, mengedit, dan berbagi gambar AutoCAD-kapan saja, di mana saja. Sehingga dengan demikian saat berkunjung ke lapangan tinggal buka gadget saja dan liat gambar kerjanya.


Berikut ini beberapa screenshot dari penulis yang telah menggunakan AutoCAD 360 :